BANNER KEGIATAN SPP KECAMATAN WONOASRI

WONOASRI - Pengelolaan dana bergulir yang dilakukan oleh UPK selama ini dirasa sudah cukup baik, hal ini dilihat dari nilai tunggakan yang sampai dengan akhir bulan April 2013 sebesar Rp. 0,-. Kami selaku pendamping ditingkat kecamatan merasa bahwa parameter tunggakan sebesar Rp. 0 dirasakan masih belum cukup baik, karena nilai rupiah dari dana pengembalian pinjaman pokok dan jasa yang mengendap Bank SPP masih cukup tinggi.Tingginya dana SPP perguliran yang mengendap di Bank SPP ini disebabkan oleh banyak factor, diantaranya ;sosialisasi ke kelompok perempuan masih minim intensitasnya, pemetaan dan identifikasi usaha anggota kelompok masih belum akurat, pembinaan berkaitan dengan pengembangan usaha anggota kelompok masih belum dilaksanakan,dan masih banyak lagi faktor penyebabnya.

Permasalahan-permasalahan yang menyebabkan terjadinya dana mengendap di rekening Bank SPP UPK tersebut perlu dicarikan solusi pemecahan. Salah satu solusi pemecahan permasalahan tersebut adalah membuatkan spanduk atau banner untuk anggota usaha yang mempunyai usaha ekonomi produktif (toko, warung klontong, warung makan, dll) yang bersifat permanen. Harapannya spanduk atau banner tersebut bisa dipasang di depan toko atau warung milik anggota kelompok SPP tersebut. Isi tulisan dalam banner atau spanduk tersebut selain menunjukkan identitas usaha yang di jual juga memuat logo PNPM-MPd serta memuat persyaratan untuk mendapatkan dana SPP yang dikhususkan untuk ibu-ibu. Isi dari banner tersebut lebih ditekankan pada syarat yang mudah, tanpa ada jaminan dan suku bunga/ jasa yang ringan hanya 14% per tahun untuk angsuran bulanan, dan 18% per tahun untuk angsuran musiman.

Dampak dari pemberian spanduk/ banner tersebut cukup efektif sebagai media sosialisasi keberadaan PNPM-MPd berkaitan dengan pengelolaan dana bergulir, mulai banyak masyarakat terutama dari kalangan ibu-ibu yang mulai menanyakan caranya untuk bisa memanfaatkan dana SPP tersebut kepada UPK.


FK Wonoasri (Moh. Dadang Fauzi)
 
Reaksi: 

PEMBERLAKUAN PENGGUNAAN BUKTI KUITANSI ANGSURAN ANGGOTA KE PENGURUS SPP

WONOASRI - Permasalahan pengelolahan dana bergulir merupakan hal yang perlu menjadi perhatian khusus, terutama permasalahan penyalahgunaan dana yang dilakukan anggota kelompok maupun yang dilakukan oleh pengurus kelompok SPP. Aturan yang sudah ada dalam PTO berkaitan dalam pengelolaan dana bergulir dirasa sudah cukup dalam mengendalikan permasalahan tunggakan SPP maupun permasalahan penyalahgunaan dana SPP yang dilakukan oleh anggota maupun pengurus kelompok, terutama permasalahan bukti angsuran anggota ke pengurus kelompok.

Selama ini UPK Kecamatan Wonoasri mewajibkan penggurus kelompok menggunakan bukti pembayaran anggota kelompok menggunakan bukti kartu angsuran anggota kelompok, tetapi masih ada pengurus kelompok yang belum menjalankan aturan tersebut. Sehingga seringkali terjadi apabila pengurus kelompok melakukan penyalahgunaan angsuran anggota dan melarikan diri, bukti-bukti angsuran yang sudah dibayarkan oleh anggota tidak buktikan dan ditemukan.

Menyikapi permasalahan tersebut, maka UPK Kecamatan Wonoasri membuat bukti angsuran anggota tambahan selain kartu kredit/ kartu angsuran yaitu berupa kwitansi angsuran. Teknis penggunaan kwitansi angsuran; kwitansi angsuran ini rangkap 3, 1 buat anggota yang mengangsur, 1 buat pengurus kelompok SPP, dan 1 buat UPK. Kwitansi angsuran ini terdapat nomor seri yang tidak sama mulai awal diterbitkan sampai akhir keluarnya kwitansi ini ke kelompok.

Manfaat dari adanya kwitansi angsuran anggota ini antara lain :

1. Apabila pengurus melarikan diri menggunakan dana angsuran anggota, bukti angsuran anggota masih bisa ditemukan di anggota.
2. Apabila ada anggota yang sudah mengangsur dan yang belum mengangsur dapat diketahui oleh UPK.



Team PNPM-MPd Kec. Wonoasri

 
Reaksi: 

JEMBATAN IMPIAN WARGA DESA GOLAN KECAMATAN SAWAHAN



SAWAHAN - Desa Golan merupakan salah satu desa diwilayah kecamatan Sawahan dengan luas wilayah 163,562 Ha, dengan jumlah penduduk 1.991 jiwa, Golan terdiri dari 3 dusun, yaitu Golan, Nglencong dan Ndingin. Masyarakat Golan sebagian besar merupakan petani penggarap sawah. Desa Golan pembangunan infrastrukturnya sudah cukup memadai. Kondisi akses jalan sudah hampir semua berupa jalan lapis penetrasi aspal, saluran drainase sudah ada.

Namun ada salah akses desa yang menghubungkan antara dusun nglencong dengan dusun Golan yang kurang memenuhi syarat dikarenakan kondisinya yang sudah lama rusak. Kondisi ini yang mengakibatkan masyarakat jika ingin melalui atau mengirim hasil pertanian harus memutar mencari jalan alternatif.

Dikarenakan hal tersebutlah dalam musyawarah desa, masyarakat mengusulkan agar jembatan diperbaiki, untuk itu dari tim desa mengajukan proposal pembangunan jembatan ini kepada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan TA 2010, agar dapat nantinya terdanai. Dalam proses penulisan usulan melibatkan semua elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, dalam proses tersebut terjadi perdebatan usulan tentang bentuk struktur jembatan nantinya, ada sebagian masyarakat yang mengusulkan agar jembatan tersebut dibangun dari baja, sebagian mengusulkan dari beton, menghadapi usulan ini pemerintahan desa melibatkan tim teknis dari PNPM MP untuk meminta saran dan pendapat. Dari tim teknis menanyakan kembali pada masyarakat, mana diantara struktur ini yang mudah pengerjaannya dan melibatkan tenaga kerja dari desa sendiri. Akhirnya masyarakat sepakat bahwa jembatan ini menggunakan gelagar & lantai dari beton, dengan pertimbangan mereka bisa mengerjakan dan perawatannya mudah. Dalam MAD Prioritas Usulan tahun 2010, usulan ini menempati peringkat 6, dan dalam MAD Penetapan Usulan terdanai.

Dalam proses pengerjaan dimulai dari pembongkaran jembatan lama dan pemotongan bambu yang nantinya menjadi sayap jembatan. Pelaksanaan ini juga melibatkan tenaga perempuan dan tenaga dar RTM.

Pada akhirnya jembatan yang diimpikan masyarakat Golan selesai juga, mereka bisa menuju akses perekonomian, pemerintahan dan pendidikan tanpa harus memutar.


Nama kegiatan : Jembatan Nglencong
Lokasi : Dusun Nglencong Desa Golan
BLM : Rp. 63.164.200,-
BOP UPK : Rp.1.329.800,-
BOP TPK : Rp. 1.994.700,-
Swadaya masy. : Rp. 7.000.000,- 


FT Kec. Sawahan (Ach. Heri Jun)

 
Reaksi: 

KEMANDIRIAN PENGURUS SPP DALAM PENGELOLA DANA SIMPAN PINJAM KEC. KEBONSARI


KEBONSARI - Kegiatan Simpan Pinjam merupakan kegiatan yang sudah lama berjalan di masyarakat baik yang dilakukan ditingkat RT maupun desa dan kelompok masing-masing individu. Kegiatan SPP ( Simpan Pinjam Khusus Perempuan) program PNPM Mandiri Perdesaan baru dikenalkan di Kecamatan Kebonsari sejak tahun 2009 s/d 2013. Masuknya Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Kebonsari sangat disambut antusias oleh masyarakat dengan alasan programnya jelas dan transparan serta semua dilakukan dan dikelola sendiri oleh masyarakat.

Keberhasilan Program SPP PNPM Mandiri Perdesaan
Kegiatan SPP di Kecamatan Kebonsari sampai dengan tahun 2013 berjalan lancar, tidak ada permasalahan tunggakan yang tidak bisa diselesaikan, tunggakan yang ada sifatnya terlambat bayar biasanya dari tunggakan yang ada di awal bulan sudah lunas. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman program dari kelompok kaum perempuan dan kemandirian dari kelompok & pengurus kelompok untuk mengelola kelompoknya secara bertanggungjawab. Keberhasilan SPP di kecamatan kebonsari juga ditunjangan oleh kemudahan-kemudahan yang diberikan program kepada masyarakat kecil diantaranya jasa pinjaman yang diberikan murah, tidak menggunakan jaminan apapun seperti jasa pemberi pinjaman lainnya, tidak ada potongan ( pemanfaat menerima 100% pinjamannya ), bagi kelompok yang tepat waktu membayar angsuran akan mendpatkan IPTW ( Insentif Pengembalian tepat Waktu ) sebear 5 % dari total jasa pinjaman kelompok, adanya musyawarah mufakat diantara kelompok & pengurus, sebagian jasa pinjaman ( min 15%) diperuntukkan untuk kegiatan bantuan social dalam membantu masyarakat miskin (RTM) sehingga masyarakat khususnya kaum perempuan bener-bener ikut menjaga kelancaran & keberhasilan kegiatan simpan pinjamnya.


Wujud dari Bentuk Kemandirian Pengurus Kelompok SPP antara lain :

1. Masyarakat (perempuan ) selektif dalam memilih pengurus/ ketua.

Kelompok ibu-ibu yang ingin pinjam SPP di Program PNPM Mandiri Perdesaan menginginkan pengurus/ketua yang bertanggungjawab dalam mengelola kegiatan simpan pinjamnya. Jika tidak ada yang dipercaya atau berani menjadi ketua mereka juga tidak berani mengajukan pinjaman.

2. Pengurus / ketua selektif dalam memilih anggota.
Pengurus / Ketua kelompok juga sangat selektif dalam memilih anggotanya, karena tidak ingin ada permasalahan tunggakan.

3. Pengurus mampu menyelesaikan permasalahan tunggakan di tingkat kelompok
Permasalahan tunggakan rata-rata bisa diselesaikan ditingkat kelompok, jika pengurus sudah tidak mampu baru minta bantuan FK & UPK untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

4. Pengurus aktif mengisi buku administrasi kelompok Sebagian besar pengurus kelompok mampu mengisi buku angsuran & buku kas kelompok sebagai bentuk pertanggungjawaban ke anggotanya.

Kemandirian & keberhasilan kegiatan SPP PNPM MPd ini didasarkan pada sifat kejujuran & tanggungjawab yang dimiliki masyarakat (kaum perempuan) kecamatan Kebonsari yang masih melekat walaupun zaman sudah berkembang dengan adanya perkembangan globanisasi yang meningkat pesat.


FK Kebonsari (Prihatningtyas Rahayu)
 
Reaksi: 

PELATIHAN KPMD KECAMATAN DAGANGAN

Dagangan - Sebuah program yang dapat dikatakan baik dan dapat berjalan sesuai dengan rencana, tentu tidak lepas kaitanya dengan apa yang disebut pendampingan. Pendampingan sangat esensial sekali diperlakukan untuk menggerakkan roda program itu sendiri. Contoh yang sangat sederhana sekali, seperti yang sering kita saksikan bahkan terapkan dilingkungan keluarga adalah mengasuh anak kecil. Untuk membuat karakter seorang anak agar menjadi anak yang yang berbudi luhur, berkepribadian, punya tanggung jawab berbakti pada orang tua, masyarakat dan Negara, sangat diperlukan terik-terik pendampingan yang tepat. Apalagi sebuah program besar bersekala nasional seperti PNPM-MPd yang menganut Azas Doum dan prinsipnya sangat mendasar, tentu tidak sederhana yang kita bayangkan. Pendampingan mutlak diperlukan sejalan dengan cita-cita luhur pemerintah yaitu, mengentaskan kemiskinan. Pendampingan terhadap kelembagaan dari sudut pandang yang berbeda sesuai catatan, rekaman dan kejadian yang pernah ada.

KPMD Kecamatan Dagangan dengan dukungan kelembagaan yang ada seperti Badan Kerjasama Antara Desa dan Badan Pemeriksa Unit pengelola kegiatan, tim verivikasi dan lembaga lainnya adalah mesin penggerak program yang mampu mengarahkan pada kemandirian masyarakat dan pelestarian program. Akan tetapi dalam kenyataanya belum optimalnya pergerakan itu terjadi masih ada ketimpangan disana sini seperti, ketidak aktifan, ketidak tahuan, pergantian pengurus baru, kesibukan, tidak cukup waktu, akibatnya keraguan-raguan muncul, keputus asaan timbul dan yang paling riskan tidak diketahuinya tugas dan tanggung jawab.

Berbagai alasan muncul, saya sibuk, ada kepentingan lain, ada perkawinan, tidak ada insentif dan lainnya . Gejala ini akan sangat berpengaruh jika dibiarkan terus menerus dan akan dapat mempengaruhi proses program yang sedang berlangsung.

Ingatkan anda, contoh kecil diatas tadi, mengasuh anak juga tidak ubahnya dengan kasus-kasus serupa, berbagai terik diperlukan untuk mengantisipasi itu. Untuk meninabobokan sianak kecil, agar tidak menangis dapat dengan kembang gula atau jika dianggap berbahaya dapat diganti dengan donggeng atau jalan-jalan kecil, bisa juga dengan hal-hal lain, tergantung tingkat kepekaan si pengasuh. Fasilitasi pendampingan sangat diperlukan dalam kasus-kasus seperti itu. Serupa tapi tak sama, itu kalimat yang sering kita dengar dan kita coba mencermati dari kalimat itu dengan melihat kasus-kasus diatas. Artinya yang serupa kita samakan dan yang tidak sama kita bedakan, setuju. Ada 4 komponen didalam strategi pendampingan dan tentu boleh ditambah atau dilengkapi lagi sesuai pengalaman berharga.

1. Orang Dewasa tidak perlu hadiah tapi penghargaan
Dalam kehidupan bermasyarakat lebih-lebih didesa pemberian penghargaan kepada seseorang sangat efektif untuk mengetuk hati yang paling dalam. Kita cukup bermain didalam hati. Artinya kita mengetuk hatinya untuk menjadikan dirinya sebagai sosok yang sangat penting di mata masyarakat. Sesuai hasil keputusan Musyawarah Desa bahwa mereka KPMD adalah satu-satunya pilihan masyarakat desa dan siap membantu masyarakat desa dalam kaitannya dengan program. Ini semua bertujuan untuk menemukan jati diri seseorang pengurus/petugas dan itu bukan mengada-ada realitas dilapangan memang seperti itu. Tidak ada yang bisa menyangkal. Pengahargaan memang mutlak diperlukan oleh semua orang. Baik orang miskin maupun orang kaya.

2. Kesungguhan
Adalah sebuah dorongan yang lahir dari hati nurani dan dilakukan dengan tulus iklas. Atau sebuah motifasi yang melahirkan semangat dalam melakukan tugas dan tanggung jawab. Kesungguhan ini dapat diaplikasikan dengan fakta seperti pendampingan ekstra, maksudnya dari sisi waktu lebih sering, dari sisi materi lebih banyak, dari sisi pemberdayaan lebih dilibatkan dan dari sisi tugas /tanggung jawab lebih disandangnya. Sehingga semua menjadi tumpuan yang harus dikerjakan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.Tanpa didasari dengan kesungguhan maka hasil pendampingan akan sia-sia

3. Sistem Sebuah program pemberdayaan lebih-lebih yang sarat dengan proses, maka sistem sudah tentu wajib dilakukan. Bagaimana memfasilitasi dalam pendampingan sistem dapat berjalan dengan baik. Seyogyanya ini sudah dapat berjalan dengan baik artinya siapapun dia yang terlibat dalam program tanpa terkecuali, harus menghargai yang namanya sistem yang dibangun. Ini akan meningkatkan martabat pelaku baik UPK, FD, TPK atau pelaku yang lainnya. Sistem dijadikan panglima tertinggi dalam menjalankan tugas. Tidak ada yang paling tinggi jabatannya dalam program terkecuali sistem itu sendiri. Pemahaman ini perlu ditanamkan dalam-dalam bagi pelaku dan pemerhati pemberdayaan masyarakat.

Substansi dari sistem yang dimaksud dapat dijabarkan lagi dalam memperkuat dan menjadi terik-terik yang dapat di penuhi demi suksesnya pendampingan antara lain :

a. Ilmu pengetahuan dan ketrampilan, sebuah keharusan Inovasi dan kreasi, sangat dibutuhkan
b. Inovasi dan kreasi, sangat dibutuhkan


FK Kec. Dagangan (Rum Ahmadi)


 
Reaksi: 

PELATIHAN TPK BEKERJASAMA DENGAN PERUSAHAAN SEMEN HOLCIM

WONOASRI - Pada bulan Maret 2013 UPK Kecamatan Wonoasri pasca Musyawarah Desa Informasi dan sebelum tahapan pencairan dana BLM kegiatan dan tahapan pelaksanaan kegiatan prasarana, perlu mengadakan kegiatan pelatihan TPK. Selama ini pelaksanaan pelatihan TPK mulai PNPM-MPd ada di kecamatan Wonoasri tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 yang dilaksanakan oleh UPK narasumber pelatihan berasal dari internal PNPM-MPd, baik itu dari FK dan FT kecamatan maupun dari Fasilitator Kabupaten (Pemberdayaan, Keuangan, Teknik). Pelatihan TPK dari tahun ke tahun tersebut yang narasumbernya berasal dari internal PNPM-MPd terlihat ada kejenuhan dan kebosanan dari peserta pelatihan dari segi materi maupun narasumbernya. Maka dari inisiatif pendamping (FK & FT) perlu adanya penyegaran pelatihan TPK. Inisiatif penyegaran pelatihan TPK tersebut adalah mencoba menjalin kerjasama dengan pihak ke 3,dari beberapa alternatif pihak ke 3 yang bisa diajak kerjasama berkaitan dengan output pelatihan TPK adalah perusahaan HOLCIM. Perusahaan semen HOLCIM mempunyai tenaga trainer untuk memberikan pelatihan teknik infrastruktur mulai dari teknik dasar (pengetahuan dasar) sampai dengan teknik pelaksanaan (aplikasi dilapangan). Sebelum proposal kerjasama kita berikan kepada perusahaan semen HOLCIM kita koordinasikan terlebih dahulu lewat rakor kelembagaan (BKAD, BP-UPK, TV, UPK, PL, dan PJOK), hasil rakor kelembagaan menyetujui untuk bekerjasama dengan perusahaan semen HOLCIM.

Proposal kerjasama kita berikan pada perusahaan semen HOLCIM untuk diketahui dan dipelajari. Dari proposal tersebut akhirnya perusahaan HOLCIM berkenan bekerjasama dengan UPK Kec. Wonoasri untuk memberikan kontribusi pelatihan TPK, baik itu narasumber, konsumsi, material untuk praktek lapang, souvenir untuk peserta pelatihan, panitia, dan kelembagaan.

Pelaksanaan pelatihan berjalan dengan nyaman, peserta pelatihan antusias menyimak materi yang diberikan narasumber yang berasal dari HOLCIM, materi yang diberikan antara lain: Mendasar berkaitan dengan pentingnya safety (keamanan pekerja dilapangan), materi dasar kualitas material, kualitas semen, kualitas campuran material, dan teknik aplikasi dilapangan membuat campuran material.

Kerjasama dengan pihak 3 dalam pelaksanaan pelatihan di tingkat kecamatan ini adalah pengalaman pertama kali, dan tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerjasama berkelanjutan baik dengan perusahaan HOLCIM maupun pihak-pihak yang lainnya untuk mendukung pelaksanaan program yang tidak hanya kegiatan pelatihan saja, tapi kegiatan-kegiatan lainnya yang sejalan dengan PNPM-MPd.


FT. Kecamatan Wonoasri (Dwi Kurniastuti)
 
Reaksi: 

PARTISIPASI MASYARAKAT KUNCI KEBERHASILAN PROGRAM


WONOASRI - Pelaksanaan PNPM MP di desa Wonoasri Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun untuk Tahun Anggaran 2013 adalah kegiatan Rehab Jembatan. Kondisi Jembatan lama sudah tidak layak secara teknis untuk dilewati, sehingga membahayakan siapa saja yang melintasinya.

Bentuk kepedulian masyarakat dengan di danainya rehab Jembatan adalah dengan disepakatinya peran serta masyarakat dalam melaksanakan pembongkaran jembatan. Melalui koordinasi TPK, perangkat desa dan pelaku PNPM serta tokoh maysrakat dijadwalkan waktu untuk kerja bakti pembongkaran Jembatan lama. Pekerjaan pembongkaran relatif sulit karena harus membongkar jembatan lama mulai dari abutment sampai lantai dan sayap jembatan. Butuh waktu satu minggu bagi masyarakat untuk menyelesaikan pembongkaran dan memindahkan material. Dengan waktu mulai jam 7 pagi sampai jam 10 pagi. Tua muda, laki-laki perempuan guyup dalam kerja bakti tersebut dengan dikoordinasi oleh Kamituwo dan Plt. Kepala desa.

Fasilitator Teknik, pemberdayaan dan PJOK aktif memantau pelaksanaan swadaya, agar faktor keselamatan selalu diutamakan. Dan hasilnya, pembongkaran jembatan dapat selesai tepat pada waktunya, sehingga tidak menghambat pekerjaan utama.

Selain itu masyarakat cukup aktif dalam memantau pengiriman material ke lokasi. Baik kualitas maupun volumenya. Pada pengirimam yang pertama batu gebal ada campuran batu yang kualitasnya kurang baik, oleh masyarakat bersama TPK dilakukan komplain kepada supir Truk agar diganti dengan yang lebih baik. Hasilnya pada pengiriman selanjutnya material yang dikirim kualitas baik sesuai dengan spesifikasi teknis.

Dalam RAB tidak ada biaya untuk memberikan makan siang dan kopi kepada pekerja. Hal ini dipahami oleh masyarakat sebagai waktu untuk berpartisipasi dengan secara bergantian mengirim makanan kepada pekerja. Sehingga pekerja lebih semangat dalam bekerja dan sungguh - sungguh menjaga kualitas pekerjaan. Demikian sekelumit kisah partisipasi masyarakat yang masih menunjukkan sifat asli bangsa Indonesia yang selalu guyup rukun dalam melaksanakan pembangunan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membawa semangat perubahan membangun negri.
Salam PNPM !!!


FT. Kecamatan Wonoasri (Dwi Kurniastuti)

 
Reaksi: 

We say today with...

Total Pageviews

Sekretariat PNPM MPd Kab. Madiun : Jl. Branjangan I B No. 14 Kec. Jiwan Kab. Madiun email: ppk_madiun@yahoo.com
 
Support : Copyright © 2011. PNPM-MPd Kab Madiun - All Rights Reserved
Created and Support By a.n.i.s Proudly powered by Blogger